fisik tidak abadi
Selasa, 14 Agustus 2012 ? 0 Atashinchi ?
Bel istirahat berbunyi, siswa- siswi bergegas untuk mengakhiri pelajaran dan beristirahat. Mereka melakukan kegiatan pada saat istirahat bermacam-macam, ada yang menuju ke kantin, ada yang bermain di lapangan, ada yang berada di perpustakaan, ada yang berada di taman sekolah, bahkan ada yang tetap berada di dalam kelas ataupun berada di depan kelas.
Sekelompok siswi-siswi yang bersahabat pergi bersama menuju kantin untuk membeli makanan ringan atau makanan berat dan minum. Semua diantara mereka membeli makanan dan memulai memakannya, tetapi salah satu diantara mereka yang bernama Chika hanya membeli minum dan melamun melihat teman-temannya menyantap makanan dengan lahap. Chika ingin sekali membeli makanan karena dia juga sedang lapar, tetapi dia mencoba menahan rasa lapar itu. Feby salah satu teman Chika tiba-tiba menghentikan makannya dan berbisik-bisik pada dua teman lainnya, yaitu Fina dan Kinan. Mereka bertiga memandangi Chika yang terlihat sedang melamun, mereka bingung karena tidak seperti biasanya Chika begitu. Biasanya mereka makan bersama-sama dan bercanda bersama. Tetapi sahabat-sahabat Chika pun tidak tau meengapa Chika seperti itu, padahal ketika berada di kelas tadi Chika baik-baik saja dan dalam keadaan sehat.
Feby, Fina dan Kinan melanjutkan makan mereka sambil memandangi Chika dan memikirkan apa yang membuat Chika tiba-tiba begitu. Setelah mereka bertiga menghabiskan makanannya, Kinan memberanikan diri bertanya kepada Chika mengapa dia tiba-tiba aneh seperti itu. Kinan memegang bahu Chika dan bertanya "Chika, kamu kenapa? Dari tadi kita perhatiin kamu melamun terus dan jarang banget kamu tidak ikut makan", Fina menyahut "Kalau kamu ada masalah, cerita dong sama kita. Kita kan sudah bersahabat lama", Feby menambahi "Ceritaaja sama kita, mungkin kita bisa membantu dan bisa mengurangi beban pikiranmu." Chikapun terhentak kaget dan berpikir apakah dia harus menceritakan masalah yang sedang dia pikirkan itu.
Setelah merenung beberapa lama, Chika pun menjawab pertanyaan dari ketiga temannya itu. "Aku hanya ingin dan mencoba untuk berubah mengatur makanku agar aku bisa seperti kalian semua dan tidak selalu dilecehkan orang lain.", jawab Chika. Memang sih Chika sedikit berbeda dari ketiga temannya dalam hal fisik. Tetapi Chikajuga tidak terlalu gendut, ya sedang-sedang saja tetapi dia sering mendapat celaan dari orang lain padahal dia juga biasa saja, dia juga orang yang baik. Ketiga temannya juga bingung apa alasan orang lain mencela si Chika.
Ketiga teman Chika saling bertatapan dan mencoba menenangkan hati Chika. "Ngapain kamu urusin celaan orang lain, kamu juga gak terlalu berlebihan berat badan kok, ya ideal lah", kata Kinan. " Iya kamu bisa bilang begitu karena aku sahabat kalian kan? coba kalau kalian bukan sahabatku apa bakalan kalian ngomong kayak gitu?", jawab Chika. Ketiga teman Chika semakin bingung mengapa Chika tiba-tiba begitu.
Bel masuk berbunyi, ketiga teman Chika belum sempat menjawab kata-kata Chika tadi. Tetapi mereka bergegas bersama-sama kembali ke kelas. Ketika di kelas Feby, Fina dan Kinan memandangi Chika yang terlihat sedang badmood banget dan mencoret-coret bukunya. Mereka bingung dan juga ikutan sedih, karena Chika tidak seperti hari-hari biasanya yang selalu ceria dan sukses menjadi penghibur teman-temannya yang sedang sedih.
Bel pulang berbunyi, semua siswa-siswi di kelas berteriak dan semangat untuk pulang sekolah. Chika hanya diam, biasanya dia yang paling bersemangat. Memberikan salam kepada gurunya dan kemudian mereka bergegas untuk keluar kelas dan pulang. Pada hari itu Fina, Feby, Kinan dan Chika pada saat pulang sekolah ada kerja kelompok di rumah Chika. Mereka menuju rumah Chika, dan sesampainya di rumah Chika mereka disambut oleh Mama Chika yang senang sekaliteman-teman Chika berkunjung ke rumah. Chika tampak murung dan bergegas menuju kamarnya. Mama Chika bertanya kepada Feby, Fina dan Kinan, "Kenapa Chika terlihat murung sekali? Gak seperti biasanya Chika murung kayak gitu." "Kami juga tidak tau tante, semenjak istirahat tadi Chika seperti itu.", jawab Feby.
Kemudian Feby, Fina dan Kinan menceritakan apa yang menjadi pikiran Chika. ketiga teman Chika beserta Mama Chika menyusul Chika ke kamar dan mengajaknya ke taman. Mama Chika bertanya apa yang menjadi beban pikiran anaknya itu. Chika pun bercerita kepada ketiga temannya dan Mamanya. Mama Chika mengerti apa yang dirasakan anaknya dan ia ingin membantu dan mengurangi beban pikiran anaknya itu agar dia bisa fokus kepada pelajaran sekolahnya. "Apa kamu minder,Chik?" tanya fina. "Yaiyalah jelas aku minder dan aku jugasudah capek jadi bahan celaan orang lain." jawab Chika. "Kenapa kamu harus minder kalau kamu anak baik dan gak pernah berbuat nakal atau jahat kepada orang lain,kan?", kata Kinan mencoba menenangkan Chika. "Kalau kamu orang baik ngapain harus minder? baik hati jauh lebih baik dan dihargai orang lain daripada cuma baik fisiknya aja.", sambung Feby dengan bijak. Chika pun mulai tenang degan kata-kata ketiga sahabatnya tersebut. Mama Chika pun angkat bicara, "Bener apa kata teman-temanmu itu. Kamu orang baik bukan orang jahat, ngapain takut dicela orang lain? Fisik tidak abadi, nak. Tapi kalau baik hati gak akan berubah sampai kamu tua nanti. Jauh lebih dihargai baik hati daripada baik fisik aja. Karena fisik juga akan berubah kalau kamu semakin tua nanti." Chika mulai tersadar apa yang dikatakan ketiga sahabatnya dan Mamanya itu benar. Mulai itu Chika tidak minder lagi, dia berusaha menjadi lebih baik lagi dan berusaha tidak mendengarkan celaan dari orang lain.
Suatu saat kebaikan Chika dihargai orang lain tidak hanya fisik saja, baik hati jauh lebih dihargai orang lain. Chika menjadi orang yang lebih baik daripada orang yang selalu mencelanya. Chika tersadar manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, kekurangannya pasti akan menjadi kelebihan di mata orang lain. Chika berterima kasih kepada Mamanya dan ketiga sahabatnya yang selalu mendukung Chika dalam keadaan apapun. Keluarga dan sahabat-sahabatnyalah yang telah menjadikan Chika jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. :)





fisik tidak abadi