be your self
Sabtu, 18 Agustus 2012 ? 0 Atashinchi ?
Brakk!!!! Suara pintu menutup
dengan keras. Semua orang di dalam rumah terkejut oleh gebrakan pintu dari
sebuah kamar. Tampaknya dari kamar Rina pusat suara yang serentak membuat orang
seisi rumah terkejut. Rina tampak murung ketika dia masuk rumah sepulang
sekolah, entah apalah yang membuat dia murung dan menggebrak pintu kamarnya.
Mama
Rina bergegas melihat putrinya itu karena takut Rina semakin berbuat yang
tidak-tidak. Mama Rina memasuki kamar dan mendapatkan anaknya yang sedang murung
dan melihat ke arah jendela dengan tatapan kosong. Rina terkejut oleh suara
Mamanya dan segera ia hilangkan lamunannya itu. Mamanya bertanya kepada dirinya
apa yang sedang dia pikirkan dan apa yang telah membuat dia tampak murung
sehabis sekolah. “Kamu kenapa,nak? Sepulang sekolah tampak murung sekali. Apa
ada yang membuatmu kesal di sekolah tadi?” tanya Mamanya. “Enggak maa Rina
baik-baik saja kok.” jawabnya. “Kamu berbohong kan? Terlihat dari sikap dan
wajahmu, nak. Pasti kau sedang memikirkan sesuatu. Ceritalah sama Mama, mungkin
Mama bisa membantu memecahkan masalahmu.” Mama Rina tampak tidak percaya kepada
putrinya. “Rina baik-baik saja kok, maa. Rina hanya capek saja.” jawab Rina.
Mama Rina mencoba mengerti keadaan putrinya mungkin putrinya belum siap untuk
menceritakan masalahnya kepadanya. Mama Rina meninggalkan putrinya beristirahat
di kamar untuk menenangkan pikirannya terlebih dahulu.
Makan
malam pun sudah siap, semua orang di rumah bergegas menuju meja makan untuk
menyantap hidangan makanan yang tampak lezat itu. Ketika makan akan dimulai,
tampak Rina belum berada di meja makan. Mama Rina segera memanggil Rina untuk
makan malam bersama keluarga. Saat makan Rina tampak masih murung, dan sehabis
makan malam Rina bergegas kembali menuju kamar tanpa berkata-kata lagi. Rina
ingin sekali mengeluarkan rasa yang mengganjal dihatinya itu tetapi dia tidak
ingin menceritakan masalahnya kepada siapa pun. Pada akhirnya dia menulis di
sebuah buku diarynya untuk mengeluarkan unek-unek dihatinya.
Rina
tampak semangat menulis diarynya itu dan tiba-tiba dia meneteskan air matanya
karena dia sudah tidak kuat menahan amarahnya itu. Rina kesal kepada salah
seorang tamannya karena Rina merasa temannya yang bernama Gia telah mengambil
segalanya dari apa yang Rina miliki. Seperti sahabat-sahabat Rina yang diambil
perlahan olehnya dan membuat Rina merasa dicuekin oleh teman-temannya. Karena
ketika Rina sedang bersama teman-temannya tiba-tiba Gia muncul dan mengalihkan
pembicaraan sehingga Rina merasa tidak dianggap oleh mereka. Gia juga telah
meniru Rina dalam hal apapun. Gia yang dulu tidak seperti Gia yang sekarang,
Gia yang dulu tidak dikenali banyak anak, merasa canggung ketika berteman dan
gayanya tidak seperti teman-temannya yang terlebih modern. Setelah beberapa lama
Gia merasakan hal seperti itu, dia ingin merubah dirinya seperti Rina yang
dikenali banyak orang, memiliki sahabat-sahabat yang selalu mendukungnya dan
Rina tergolong anak yang terkenal di sekolahannya.
Rina
merasa tidak nyaman dan dia berusaha menjauh dari Gia dan sementara juga dari
sahabat-sahabatnya. Rina berusaha tidak mempedulikan mereka karena hanya
membuat dirinya capek saja. Rina semakin tidak senang dengan sifat Gia yang
sekarang semakin ngesok di sekolahannya. Semua teman-teman di sekolahnya juga
tidak senang dan menyadari bahwa Gia berubah hanya untuk mendapatkan
kepopuleran disekolahnya saja dengan meniru Rina agar dirinya bisa terkenal
seperti Rina.
Rina
akhirnya menceritakan masalah ini kepada Mamanya. “Sudah, nak anak kayak gitu
jangan terlalu dipikirin. Kalau masalah sahabat-sahabat kamu tenang saja kalau mereka memang sahabatmu
nanti juga mereka akan kembali berteman denganmu lagi.” Mama Rina berusaha
menenangkan putrinya. “Tapi, maa Rina kesal dia selalu meniru apa yang ada di
diri Rina.” Rina menanggapi dengan muka kesal. “Kamu tunjukkan kelebihanmu yang
tidak mungkin dia bisa dengan waktu yang singkat. Nanti akan kebuka juga
bagaimana sifatnya yang sebenarnya.” nasehat Mama Rina. Rina tampak lega dengan
kata-kata Mamanya, dia mulai berfikir apa yang menjadi kelebihan dirinya yang Gia
tak bisa meniru dalam waktu yang singkat. Setelah beberapa lama Rina berfikir,
tampaknya dia telah menemukan apa yang harus dia lakukan agar Gia tidak selalu
meniru apa yang ada pada dirinya. Rina mulai berniat berlatih untuk perlombaan
di sekolahnya besok.
Keesokan
harinya perlombaan disekolahnya telah
dimulai. Nampaknya Gia mengikuti perlombaan dengan memainkan alat musik
keyboard, dia telah tau sejak awal bahwa Rina pandai bermain keyboard. Gia
tampil dan mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari penonton. Rina hanya
tersenyum sinis ketika melihat Gia
memainkan keyboard, dugaannya benar bahwa Gia akan menirukannya bermain
keyboard. Setelah beberapa peserta tampil, kini saatnya Rina tampil dan
mendapatkan tepuk tangan yang tidak kalah meriah dari penampilan Gia. Rina
bernyanyi dengan memainkan alat musik keyboard dan biola. Semua mata tertuju
pada Rina dan melihat dengan kagumnya. Gia tidak menyangka bahwa Rina juga
pandai dalam memainkan alat musik biola. Sepanjang Rina tampil, Gia
membicarakan Rina kepada sahabat-sahabat Rina. Sahabat-sahabat Rina baru
tersadar bahwa Gia selama ini hanya meniru Rina agar dia bisa terkenal
disekolahnya. Setelah itu sahabat-sahabat Rina pun kesal dengan perbuatan Gia
dan mereka tersadar dan menyesal karena telah menjauh dari Rina, ternyata itu
semua hanya akal-akalan Gia saja.
Setelah
semua peserta lomba tampil, saatnya pengumuman pemenangnya. Akhirnya tidak
sia-sia Rina berlatih keras, dia mendapatkan juara1 dan Gia tidak mendapatkan
juara apapun. Setelah itu sahabat-sahabat Rina menghampiri Rina, mereka meminta
maaf kepada Rina apa yang telah mereka lakukan kepada Rina selama itu dan
mereka menceritakan kepada Rina semua apa yang telah dilakukan Gia dan mereka
baru menyadari bahwa mereka hanya dibuat bahan untuk mendapatkan info tentang
Rina oleh Gia. Rina merasa senang karena sahabat-sahabatnya telah kembali dan
Rina dengan senang hati memaafkan sahabat-sahabatnya itu. Akhirnya mereka semua bersama-sama kembali dan selama di sekolah
mereka damai-damai saja tidak mempedulikan Gia lagi. Gia pun tampak menyesal
dengan perbuatannya kepada Rina dan sahabat-sahabatnya.





be your self